Jambi- 7 oktober 2025, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar kuliah umum dengan tema “Aqidah dan Rasionalitas di Era Digital: Tantangan dan Peluang”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan dua narasumber dari perguruan tinggi Islam ternama di Sumatera.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, H. Abdullah Firdaus, Lc., M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya kuliah umum ini sebagai ajang pengayaan intelektual bagi mahasiswa baru. “Kuliah dosen tamu ini menjadi sangat penting untuk memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, sekaligus membangun jaringan antar-akademisi dan institusi perguruan tinggi. Melalui forum ini, kita berharap ada transfer ilmu yang lebih luas dan kontekstual,” ungkapnya.Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, H. Abdullah Firdaus, Lc., M.A., Ph.D., menegaskan pentingnya kuliah umum ini sebagai ajang pengayaan intelektual bagi mahasiswa baru. “Kuliah dosen tamu ini menjadi sangat penting untuk memberikan perspektif baru bagi mahasiswa, sekaligus membangun jaringan antar-akademisi dan institusi perguruan tinggi. Melalui forum ini, kita berharap ada transfer ilmu yang lebih luas dan kontekstual,” ungkapnya.
Kuliah umum ini menghadirkan dua pakar, yaitu Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag. dari UIN Raden Intan Lampung dan Dr. Lukman Nul Hakim, M.A. dari UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam paparannya, Prof. Sudarman menyoroti isu aqidah dan rasionalitas di era digital, yang menghadirkan berbagai tantangan sekaligus peluang. Menurutnya, era digital membuka ruang diskusi yang luas tentang ajaran Islam, namun juga menghadirkan risiko disinformasi yang bisa mengganggu pemahaman umat. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki ketajaman berpikir dan fondasi aqidah yang kuat.
Sementara itu, Dr. Lukman Nul Hakim menyampaikan materi berjudul “Penguatan Koneksi Spiritual dalam Dunia Maya”, yang menggarisbawahi pentingnya menjaga kesadaran spiritual di tengah penggunaan teknologi digital yang kerap mengalihkan perhatian manusia dari nilai-nilai ketuhanan.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa, terutama mahasiswa baru (Maru) yang menjadi peserta utama. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan konteks kekinian, di mana generasi Z tidak hanya dituntut untuk cerdas secara digital, tetapi juga kokoh secara spiritual dan intelektual.
Melalui kuliah umum ini, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam Pascasarjana UIN STS Jambi berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan aqidah, rasionalitas, dan nilai spiritual dalam menghadapi tantangan era digital.









