Jambi – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar Orientasi Mahasiswa Baru sebagai langkah awal memperkenalkan arah, visi, dan misi lembaga kepada para mahasiswa yang memulai perjalanan akademiknya, Senin 06 Oktober 2025 di Ruang sidang promosi doktor pascasarjana UIN STS Jambi.Jambi – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar Orientasi Mahasiswa Baru sebagai langkah awal memperkenalkan arah, visi, dan misi lembaga kepada para mahasiswa yang memulai perjalanan akademiknya, Senin 06 Oktober 2025 di Ruang sidang promosi doktor pascasarjana UIN STS Jambi.
Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Risnita, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa visi dan misi Pascasarjana UIN STS Jambi disusun untuk menjawab tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat akademik di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Saat ini Pascasarjana memiliki tujuh program studi, dengan lima program studi telah terakreditasi Unggul dan dua program studi terakreditasi Baik
“Harapan kita adalah terciptanya sinergi keilmuan di bidang pendidikan yang mampu melahirkan penelitian dan karya akademik berdaya guna,” ujar Prof. Risnita. beliau juga mengharapkan kerjamanya dengan mahasiswa pascasarjana dan para dosen agar dapat memenuhi misi universitas dan pascasarjana dalam rangka akreditasi international. “Harapan kita adalah terciptanya sinergi keilmuan di bidang pendidikan yang mampu melahirkan penelitian dan karya akademik berdaya guna,” ujar Prof. Risnita. beliau juga mengharapkan kerjamanya dengan mahasiswa pascasarjana dan para dosen agar dapat memenuhi misi universitas dan pascasarjana dalam rangka akreditasi international.
dalam proses perkuliahan Beliau juga merujuk pada regulasi terbaru, Peraturan Mendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan akademik. Peraturan ini menuntut perguruan tinggi untuk memastikan mutu lulusan yang kompeten, termasuk fleksibilitas dalam proses belajar dan batas waktu studi.dalam proses perkuliahan Beliau juga merujuk pada regulasi terbaru, Peraturan Mendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan akademik. Peraturan ini menuntut perguruan tinggi untuk memastikan mutu lulusan yang kompeten, termasuk fleksibilitas dalam proses belajar dan batas waktu studi.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Risnita menyampaikan kabar baik terkait efisiensi waktu studi bagi mahasiswa baru: di mana mahasiswa S2 dapat menyelesaikan studi dalam waktu 1,5 tahun , sementara S3 maksimal enam tahun .Menanggapi hal tersebut, Prof. Risnita menyampaikan kabar baik terkait efisiensi waktu studi bagi mahasiswa baru: di mana mahasiswa S2 dapat menyelesaikan studi dalam waktu 1,5 tahun , sementara S3 maksimal enam tahun .
Sementara itu, Dr. Abd. Halim, M.Ag., Wakil Direktur Pascasarjana, menekankan pentingnya reputasi internasional yang dibangun melalui pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner. “Pascasarjana terus berbenah untuk menjawab tantangan global. Kami ingin mahasiswa dapat mengembangkan wawasan yang luas, tidak hanya terbatas pada satu disiplin ilmu,” ungkapnya.Sementara itu, Dr. Abd. Halim, M.Ag. , Wakil Direktur Pascasarjana, menekankan pentingnya reputasi internasional yang dibangun melalui pendekatan interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner . “Pascasarjana terus berbenah untuk menjawab tantangan global. Kami ingin mahasiswa dapat mengembangkan wawasan yang luas, tidak hanya terbatas pada satu disiplin ilmu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Dr. Miftahul Khairani, M.Pd.I., Kasubbag TU menyampaikan bahwa seluruh layanan akademik Pascasarjana kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), mulai dari administrasi hingga monitoring proses perkuliahan. “Semester ini layanan Pascasarjana sudah sepenuhnya berbasis SIAKAD, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah mengakses informasi akademik,” jelasnya.Di sisi lain, Dr. Miftahul Khairani, M.Pd.I. , Kasubbag TU menyampaikan bahwa seluruh layanan akademik Pascasarjana kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) , mulai dari administrasi hingga monitoring proses perkuliahan. “Semester ini layanan Pascasarjana sudah sepenuhnya berbasis SIAKAD, sehingga mahasiswa dapat lebih mudah mengakses informasi akademik,” jelasnya.
Pascasarjana UIN STS Jambi juga menerapkan model perkuliahan hybrid, menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.Pascasarjana UIN STS Jambi juga menerapkan model perkuliahan hybrid , menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Dengan orientasi ini, Pascasarjana berharap mahasiswa baru dapat memahami arah pengembangan akademik, sekaligus siap berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi yang berdaya saing global.Dengan orientasi ini, Pascasarjana berharap mahasiswa baru dapat memahami arah pengembangan akademik, sekaligus siap berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan tinggi yang berdaya saing global.









