Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tim penjaminan mutu pascasarjana. ini menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah strategis Pascasarjana untuk mendukung visi besar universitas menuju World Center for Islamic Higher Education pada tahun 2035–2039.
Sebagaimana tergambar dalam roadmap pengembangan UIN STS Jambi, perjalanan institusi dimulai dari tahap Capacity Building (2015–2019), kemudian memasuki fase Rekognisi Nasional (2020–2024), dan saat ini berada pada tahapan Rekognisi ASEAN (2025–2029). Oleh sebab itu, penyusunan Renstra dan penguatan SPMI dinilai sangat strategis untuk memastikan seluruh program Pascasarjana bergerak searah dengan target universitas menuju rekognisi Asia hingga tingkat dunia.
Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Risnita, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa Renstra dan SPMI harus menjadi instrumen utama dalam mengawal transformasi mutu akademik dan tata kelola kelembagaan.
“Workshop ini menjadi langkah strategis untuk memastikan Pascasarjana memiliki arah pengembangan yang jelas, terukur, dan relevan dengan roadmap besar UIN STS Jambi menuju universitas bereputasi internasional. Kita tidak hanya menyusun dokumen administratif, tetapi membangun fondasi mutu dan budaya akademik yang berkelanjutan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa fase Rekognisi ASEAN yang sedang dijalani saat ini menuntut Pascasarjana untuk semakin adaptif, inovatif, dan kompetitif, baik dalam pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, maupun penguatan jejaring internasional.
Sementara itu, Rektor Prof. Dr. Kasful Anwar, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pascasarjana dalam menyusun Renstra dan memperkuat implementasi SPMI sebagai bagian dari percepatan transformasi institusi.
“Roadmap pengembangan UIN STS Jambi telah memberikan arah yang jelas menuju rekognisi internasional. Karena itu, setiap unit, termasuk Pascasarjana, harus mampu menerjemahkan visi besar tersebut ke dalam program strategis yang terukur dan berorientasi mutu. SPMI harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen seluruh civitas akademika dalam memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi agar target Rekognisi ASEAN dan Rekognisi Asia dapat tercapai sesuai tahapan yang telah dirancang.
Melalui workshop ini, Pascasarjana UIN STS Jambi diharapkan mampu menghasilkan dokumen Renstra yang visioner dan implementatif, sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu internal yang mampu mendukung peningkatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta daya saing Pascasarjana di tingkat nasional maupun internasional.














