Jambi, 20 Mei 2026 -Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menggelar workshop pengembangan kurikulum program studi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Deni Kamaludin Yusuf, M.Ag., CIFA, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus asesor BAN-PT.
Workshop ini diikuti oleh pimpinan, dosen, pengguna lulusan, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan difokuskan pada penyelarasan kurikulum dengan standar nasional pendidikan tinggi, kebutuhan dunia kerja, serta penguatan capaian pembelajaran lulusan.
Direktur Pascasarjana UIN STS Jambi, Prof. Dr. Risnita, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber, para dosen, pengguna lulusan, mahasiswa, dan alumni yang telah bersedia membersamai kegiatan ini. Partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghasilkan kurikulum yang berkualitas dan relevan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemahaman terhadap regulasi terbaru dalam penyusunan kurikulum, khususnya terkait Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
“Kami juga ingin mendapatkan penegasan lebih lanjut, khususnya terkait ketentuan masa studi program magister dan program doktor sebagaimana diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Hal ini penting agar desain kurikulum yang disusun benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.
Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa program magister dirancang dengan beban minimal 36 SKS yang dapat ditempuh paling sedikit dalam tiga semester, sementara program doktor dirancang selama enam semester, termasuk penyusunan tesis dan disertasi . Di sisi lain, secara umum masa studi maksimal juga menjadi perhatian dalam perencanaan kurikulum agar tetap adaptif dan realistis .
Dalam pemaparannya, Prof. Deni menegaskan bahwa kurikulum perguruan tinggi harus dirancang secara komprehensif dan terukur, mencakup capaian pembelajaran, bahan kajian, proses, hingga sistem evaluasi. Kurikulum juga harus berorientasi pada mahasiswa, relevan dengan konteks, serta melibatkan pemangku kepentingan dalam proses penyusunannya .
Ia juga menekankan bahwa pengembangan kurikulum tidak dapat dilepaskan dari kerangka regulasi, termasuk Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang mengatur standar kompetensi lulusan, capaian pembelajaran, serta beban dan masa studi program magister dan doktor .
Menurutnya, kurikulum tidak sekadar dokumen administratif, melainkan seperangkat rencana strategis yang mencakup capaian pembelajaran, bahan kajian, proses pembelajaran, hingga sistem penilaian yang menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum harus mengacu pada berbagai regulasi nasional, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, hingga Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi.
Lebih lanjut, Prof. Deni menyoroti tiga faktor kunci dalam mewujudkan program studi yang unggul, kompetitif, dan inovatif, yakni harmonisasi VMTS dengan roadmap institusi, percepatan capaian indikator kinerja, serta penerapan pendekatan OBE dan OBA dalam seluruh kriteria akreditasi.
Dalam konteks implementasi, ia menegaskan bahwa kurikulum harus disusun secara komprehensif dengan karakteristik berpusat pada mahasiswa, kontekstual, fleksibel, serta melibatkan pemangku kepentingan. Selain itu, kurikulum juga perlu diturunkan secara operasional ke dalam mata kuliah dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang terstruktur dan terukur.
Workshop ini juga membahas prinsip peninjauan kurikulum yang harus berorientasi pada pencapaian VMTS, disusun secara objektif dan komprehensif, serta bersifat adaptif terhadap perubahan kebutuhan zaman.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman terkait desain kurikulum berbasis standar akreditasi IAPS 4.0 yang mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), matriks bahan kajian, hingga sistem penilaian dan mutu RPS.
Dalam sesi diskusi, ditekankan pula pentingnya memperhatikan aspek keluasan dan kedalaman kurikulum, yang mencakup variasi materi pembelajaran serta tingkat kompleksitas keilmuan yang harus dikuasai mahasiswa. Hal ini bertujuan agar lulusan tidak hanya memiliki wawasan luas, tetapi juga penguasaan mendalam sesuai bidang keahliannya.
Melalui workshop ini, Pascasarjana UIN STS Jambi menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berbasis outcome. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta mampu berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.








